rain
Selama di KL, Mungkin baru pagi ini hujan tak kunjung berhenti mengguyur kota Kuala Lumpur, sejak tadi malam sepertinya. Karena terlelap lah aku oleh kehangatan udara kamar di kala hujan. weleh bahasanya lebay. Gak tau kenapa ya, banyak orang bilang kalo lagi hujan, tidurnya jadi tambah nyenyak. bener gak sih? tapi sebenarnya beberapa hari terakhir ini aku gak bisa tidur lelap, sesekali bangun di malam hari, yang ada di depanku hanya atap berhiaskan kipas angin dan 2 lampu neon. Hmm.. apartemen sederhana rasanya. tapi tak jadi masalah lah, yang penting ada tempat tidur ukuran single berlapiskan bed cover walaupun terlihat sempit karena selisih tinggi badanku yang tidak terlalu jauh dengan panjang tempat tidurnya. Btw, kasur dalam bahasa malaysia disebutnya tilam. Mirip bahasa jawa, tilem, yang artinya tidur.

Kembali ke suasana kamar yang berukuran sekitar 3×5 m, memang bentuknya memanjang. Di sudut belakang ada kamar mandi dalam yang besarnya kira2 1,5×2,5 m. Perabot di kamar ini masih pemberian owner apartemen,karena selain menghemat uang buat ditabung, juga belum tentu tinggal lama di KL. Mungkin sekitar dua atau tiga tahun. Tapi yang jelas secara ketenangan, di sini lebih tenang dibandingkan di jakarta yang sumpek dan macet.🙂 Jadi perabot yang ada hanya lemari,tempat tidur,meja kecil dan rak. itu saja.

Oya, apartemen yang aku sewa ini punya tiga kamar sebenarnya, dan yang aku ceritain tadi itu master room nya. Yang middle room, ukurannnya lebih kecil dari yang master room. bedanya kamar mandinya ada di luar, bisa dipakai sharing dengan kamar tidur yang small room. Waktu awal pindah kesini, apartemen ini belum keisi apa2. so lonely and so silence. but that’s fine, sometimes I like silence. Tapi sekarang middle room sudah ada yang nempatin, seorang temen dari Indonesia juga bersama istrinya. They’re kind persons. baik orangnya. Kadang kalau istrinya masak, kita sering makan bersama. Memang kita sharing apartemen dengan pembagian
bayar apartemen berdasarkan kamar yang ditempatin. tak apa lah, ini udah lebih baik daripada tinggal sendirian dan harus menanggung biaya apartemen per bulan sendiri. Bahkan rencananya yang small room mau aku sewain juga. Ada yang mau gak ya? tapi sekarang apartemen ini sepertinya udah hampir seperti rumah, karena di ruang tengah sudah ada tv yang aku beli sendiri, sofa sama meja makan dari pemilik apartemen. Sejak ada housemate ku itu, dapurnya juga terlihat penuh berisi alat-alat dapur secara istrinya suka masak.

Sebenernya banyak juga apartemen yang menyediakan perabot-perabot rumah tangga tapi harganya bisa lumayan tinggi,kan mending di tabung.lagian dengan perabot sederhana juga udah cukup kok. Btw, barusan nyuci baju pake mesin cuci lama. Untungnya pemilik apartemen juga udah menyediakan mesin cuci ini jadi gak perlu beli lagi.walaupun mesin cuci lama tapi sudah semi automatic, tinggal sekali pencet langsung sampe kering, so nyuci sendiri ga masalah.

Ga kerasa, hujannya udah reda, padahal tadinya kalau masih hujan bisa punya alesan working from home, jadi ga perlu ngantor. hehe. Untungnya internet di apartemen udah terpasang, jd bisa ada hiburan, dan sebenarnya internet jadi kebutuhan primer disini, gimana gak, karena kerjaan kantor kadang perlu remote dari rumah. Dan kantor menyediakan akses VPN. Tentu aja aku bisa reimburse tagihan internet ke kantor. Speednya juga lumayan cepet, bisa sampe 1,5Mbps dengan harga jauh lebih murah dari di Indonesia. Tagihan sebulan sekitar 110RM , kalau di kurs rupiah sekitar 330rb an. murah kan? bisa dipake unlimited sebulan. kapan ya di Indonesia ada akses internet ky gini.

Hmm.. kalau dipikir2, judul sama ceritanya ga nyambung yah, tapi biarin lah, this is how to spend my morning time, waiting for the rain.