Hi readers, it has been a while I did not update my blog. After I passed through several important moments in my life, I can spend a little time to writing about my journey. The most beautiful moment in my life is my marriage last December. During this time I can tell you that it was somewhat hectic but happy.  No time to take a breath, then I should prepare for my another journey of my life : move to Kuala Lumpur (KL). Dont tell anybody that honestly I still cant believe I have an opportunity to move to KL. Actually I’ve planned for my moving, but it’s still hard to believe I will leave my lovely country Indonesia. Well, somehow you can say that I dont love Indonesia but some of my friends here may say we are building Indonesian image from the outside.or it may just a justification.only God knows the truth🙂

Of course I went to KL with my wife. We took a low-cost carrier flight, indeed it costs a quite cheap. can you imagine that we can fly from Jakarta to Kuala Lumpur only about 900.000 IDR. this even cheaper than my flight to my hometown, Jogja. Surrounded with an unusual atmosphere when we enter the international gate, we take a few seconds to take a look around, just like a lost couple. Well, but we finally completed all the administration task in the airport. The story after this I’ll write in Bahasa.

Dari dulu paling sebel kalo disuruh nulis bahasa inggris, bisa sih bisa tp mesti perlu waktu yang lama. So, lanjutannya ditulis dalam bahasa indonesia aja biar cepet🙂

Sampe di Kuala Lumpur International Airport, kita lebih terheran-heran lagi liat Bandar Udara Internasional KL, keren banget. Aku akuin Indonesia sekarang masih kalah sama Malaysia kalau urusan transportasi. Ga cuma bandaranya yang megah dan desainnya yang bagus, tapi setelah itu kita agak gaptek dengan kereta yang ada di bandara. Kereta itu ternyata menghubungkan arrival building dengan pejabat migresen, ini bahasa malaysia untuk petugas imigrasi. Ya kita juga ketawa-ketawa sendiri liat beberapa kata-kata dalam bahasa malaysia yang beda sama Indonesia. 

Setelah mencoba nasi lemak yg katanya khas malaysia, kita mulai mencari-cari transportasi yang bisa digunakan untuk ke Kuala Lumpur. Kata temen kalau naik taksi cm 70RM, tapi pertama kita tanya ke supir teksi disini mereka patok harganya sekitar 180Rm. kalo di rupiahin sekitar 540rb an. tp akhirnya kita mencari-cari taksi yang murah, dan akhirnya dapetlah ‘taksi’ yang ternyata mobil sedan biasa yang disopirin sama mantan polisi. Ga tau kenapa, mantan polisi bisa jd sopir taksi. Di jalan kita banyak ngobrol sama orang malaysia pertama yg kita temuin di negeri malaka ini. Beliau memang sudah sering bertemu dengan orang Indonesia jd komunikasi kita bs lancar. Satu hal yang penting banget yang gw inget kata dia : masa dulu, urang malesie respe’ sama urang indon. kita dulu bangga bila anak-anak kita merit dengan orang indon. tapi semasa orang indon banyak jadi thief , berbuat jahat disini kita tak respe’ lagi, jadi tak bangga bila ada saudara nikah dengan orang indon. ya kurang lebih itu yang dia bilang. dalem bgt ga sih, orang indonesia di bilang gitu. tapi dia konfirmasi jg bahwa ga semua orang indonesia seperti itu. Dari ceritanya, intinya ada bbrp oknum orang Indonesia yang berbuat ga baik di malaysia. wah wah teganya oknum2 ini, nama bangsa dipertaruhkan. halah. oke, setelah ngobrol ngalor ngidul 45menitan kita sampai di Pearl International Hotel, hotel tempat kita menginap yang disediakan sama kantor. Malemnya kita langsung jalan-jalan di Mall sekitar hotel dan langsung beli nmr malaysia. Ada bbrp provider disini, yg the big three kynya sih Maxis, Celcom, dan Digi. Kita beli dua nmr maxis dan digi. Padahal nih Celcom saudara perusahaannya XL, my previous company, karena sama-sama di bawah TM company, tp trus kenapa ya. abisnya yg kita temuin pertama dua nmr itu. Okay journeynya sampai disini dulu, kapan-kapan kalo sempet dan lg mood nyambung lagi.🙂