Dari dulu sebenernya pengen nulis topik ini, tapi karena belum sempet2 ya ketunda tunda terus deh. Ehm kebetulan kemaren ada email di sebuah milis trus jadi inget, yang intinya ngetes apakah kita adalah orang yang mengutamakan logika atau perasaan (feeling). Dari gambar tersebut ada seorang penari yang berputar, nah kalo kita bisa liat penari itu berputar searah jarum jam (clockwise) maka kita lebih cenderung menggunakan otak kanan, dan sebaliknya. Yang menarik disini adalah setiap orang bisa melihat dengan hasil yang berbeda. Dan dikatakan bahwa left brain side dan right brain side mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.


LEFT BRAIN FUNCTIONS RIGHT BRAIN FUNCTIONS
uses logic uses feeling
detail oriented “big picture” oriented
facts rule imagination rules
words and language symbols and images
present and past present and future
math and science philosophy & religion
can comprehend can “get it” (i.e. meaning)
knowing believes
acknowledges appreciates
order/pattern perception spatial perception
knows object name knows object function
reality based fantasy based
forms strategies presents possibilities
practical impetuous
safe risk taking

 

Dari tabel itu mengimplikasikan bahwa, otak kiri cenderung menggunakan logika dan otak kanan cenderung menggunakan perasaan atau feeling. Yang menarik adalah apakah kata ‘menggunakan’ ini adalah bakat atau terbentuk dari lingkungan. Saya awalnya cenderung berpendapat bahwa penggunaan otak kiri dan otak kanan ini adalah terbentuk karena lingkungan. Yang pertama memang kita dilahirkan secara normal mempunyai otak dengan kapasitas dan fungsi yang sama. Ibaratnya seperti memori komputer, dia akan mengingat-ingat sesuatu yang pernah dituliskan pada memori tersebut. dan memori tersebutlah yang akan memberikan pertimbangan apabila ada sebuah keputusan yang harus diambil.

Mungkin beberapa dari kita pernah sadar ketika sudah mulai menginjak kelas 3 SMA ada pembagian antara kelas IPA dan IPS. Ini adalah salah satu contoh kecil pengelompokan berdasarkan bakat dan fungsi otak. Tidak berarti bahwa IPA lebih baik dari IPS tetapi memang masing-masing mempunyai kekuatan dan fungsi yang berbeda. Kemudian hal ini juga berlanjut ketika memasuki bangku kuliah, dimana kita harus memilih jurusan sesuai minat dan bakat kita. Biasanya kelas IPA berlanjut pada bidang teknik dan kedokteran, sedangkan IPS melanjutkan ke bidang humaniora. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah pola pikir yang terbentuk dari kedua kelas tersebut menjadi berbeda di kemudian hari? Menurut pengalaman melihat lingkungan di sekitar, hal ini cenderung benar adanya.

Pada suatu saat ada sebuah perdebatan kecil antara orang eksak dengan orang humaniora, masing-masing berpendapat dengan menggunakan argumennya masing-masing. Ada satu hal yang menarik dari argumen orang humaniora, salah satu kelemahan orang logika adalah logika manusia itu terbatas. Contoh kasus : Dalam religius, banyak hal yang tidak bisa dicapai dengan logika manusia. Misalnya tentang sebuah keyakinan, dicari-cari logika nya pun tetap ga ketemu. Sering disebut sebagai diluar nalar manusia. Hal yang logis disini adalah memang logika berpikir manusia adalah terbatas. Ya seperti ditulis di tabel di atas, orang yang menggunakan otak kanan cenderung untuk berfilosofi dan religius.

Tampaknya tulisan ini masih menarik untuk dilanjutkan … next time deh Logika vs Non Logika (part 2).