“Our army is great,” the Persian says, “and because
of the number of our arrows you will not see the sky!”
Then a Spartan answers: “In the shade, therefore, we will fight!”
And Leonidas, king of the Spartans, shouts: “Fight with spirit,
Spartans; perhaps we will dine today among the ghosts!” –
Cicero

Kata-kata diatas adalah translasi dari tulisan seorang filsuf yang hidup setelah perang Thermopylae yang terjadi antara bangsa Yunani dan bangsa Persia. Perang ini belum lama difilmkan oleh produser Gianni Nunnari dengan judul 300 yang mengadopsi dari novel komik karya Frank Myler dan Lynn Varley. Diceritakan disini Leonidas, raja Sparta, menolak untuk tunduk pada bangsa Persia, yang diperintah oleh Raja Xerxes. Bahkan utusan dari Raja Xerxes pun di bunuh oleh Leonidas. Setelah itu, Leonidas memutuskan untuk berperang melawan bangsa Persia. Serunya disini nih perangnya, yang spektakuler Leonidas dengan 300 tentaranya dibantu sukarelawan dari bangsa Thespian mampu menghalau pasukan Xerxes yang mempunyai ratusan ribu pasukan di celah bukit satu2nya yang bisa dilewati pasukan Xerxes. Celah tersebut dalam bahasa Yunani Kuno dinamakan: Thermopylae yang berarti ‘Hot Gateway’. Karena itu perang ini dinamakan Battle of Thermopylae. Tapi akhirnya karena pengkhianatan Ephialtes, pasukan Leonidas terkepung, dan di dapat dikalahkan. Tetapi semangat kepahlawanan Leonidas ini yang kemudian membangkitkan bangsa-bangsa Yunani lainnya untuk berperang melawan bangsa Persia.

300

Yang menarik dari film ini :

  1. Makna yang ingin disampaikan : Semangat kepahlawanan Raja Leonidas yang luar biasa.
  2. Bangsa Sparta yang hebat dalam berperang dan paling sulit dikalahkan diantara bangsa Yunani lainnya. Gimana gak, rajanya aja keturunan Hercules katanya.
  3. Perangnya cukup ‘hidup’ dan tidak membosankan, hampir dari separo film ini perang melulu.
  4. Topografi, warna, efek dan teknik pembuatan dari film ini. FYI, Tekniknya menggunakan digital backlot yaitu pengambilan gambar di studio dengan background blue screen atau green screen. Kemudian pasca pengambilan gambar, screen tersebut diganti dengan background sesuai keinginan. Keren banget garap tekniknya, ga ngira kalo perang2annya cuma di studio.

Yang gak menarik dari film ini :

  1. Ada yang bilang, si pembuat film menggambarkan bangsa persia terlalu berlebihan. Ada yang berbentuk monster-monster mengerikan. Tapi emang fiksi epic juga sih.
  2. Kekerasan yang digambarkan di film vulgar banget, ga cocok ditonton untuk anak di bawah umur.
  3. Rasis, bangsa Sparta digambarkan sangat macho, maskulin dan barbar, sedangkan bangsa Persia digambarkan seperti zombie, monster, berkulit hitam, berkulit coklat, bahkan rajanya digambarkan androgini.

Above all, this movies is very fascinating, great action movies, and you must see.